Skip to main content

Invers(?)

Diibaratkan,
diwakilkan,
disepertikan,
hubungan
kita ini
seperti
invers.
Aku egois, 
engkau altruis 
Walau aku selalu marah, 
engkau selalu ramah. 
Aku hilang tanpa kabar, 
kau tetap menunggu dengan sabar.
 Diluar segala kuasa semesta, 
terima kasih kau tetap ada 
bersamaku disini
lagi
melewati 
semuanya
bersama-sama 
tanpa keluh kesah
juga amarah
kau tetap yang terindah
dari segala hal yang ada.

Comments

Popular posts from this blog

Aku ingin...

Aku ingin memelukmu Melepas dekap dalam peluh keringat pipimu Bentar bentar ini jaringan orang mau di matiin, ntar ku lanjut Aku ingin selalu berada didekatmu Seperti saat ini, selalu seperti ini Dalam dingin malam kita bersama Dalam hening malam kita berdua Denganmu, dinginpun tak ku tau Bersamamu, keramaianpun ku acuh.

Tau kah kamu?

Aku selalu berharap bahwa itu kamu; Ketika dering Whatsapp berbunyi Ketika ku dengar dentang langkah kaki Dan bahkan, saat aku mendengarkan, suara motor yang jelas-jelas itu bukan kepunyaanmu, aku selalu berharap bahwa itu kamu, datang kepadaku lengkap berserta sepaket senyum dan tawamu itu yang sejatinya, biasa-biasa saja, namun entah kenapa, didalam setiap moment kita bersama, aku bersyukur pernah melihatnya, dan jika boleh, aku ingin menikmatinya lagi; hingga akhir hayat ini.