Skip to main content

Posts

The Last Word

Jika suatu saat kau mendengar kabar bahwa aku telah jatuh cinta lagi. Percayalah untuk melaluinya aku harus melalui Puluhan malam berharap kau akan kembali dan puluhan kali kecewa karena ternyata kau tak kunjung ada. -mbeer
Recent posts

Invers(?)

Diibaratkan, diwakilkan, disepertikan, hubungan kita ini seperti invers. Aku egois,  engkau altruis  Walau aku selalu marah,  engkau selalu ramah.  Aku hilang tanpa kabar,  kau tetap menunggu dengan sabar.  Diluar segala kuasa semesta,  terima kasih kau tetap ada  bersamaku disini lagi melewati  semuanya bersama-sama  tanpa keluh kesah juga amarah kau tetap yang terindah dari segala hal yang ada.

Insert Title Here..

Tidak membutuhkan judul, label, buntu otakku, aku ingin menuliskan tentangnya, tapi tak berdaya, tidak ada kata, yang dapat mendeskripsikannya, menjelaskan tentangnya, bagaimana sendu suaranya, manis senyumnya, ah aku tak tau lagi, semua kata seolah bisu buatku. Kamu, tetap alasanku menulis di Blogku.

Kepo Kau

Siapapun kau, darimanapun asalmu, aku tau, kau pasti meng-klik url yang ada di bio ig wanitaku, biar apa? supaya apa? pengen tau sesuatu? allright, i will tell u something. Berlian itu, paling sueneng buanget kalau di ajak makan, serius, berbeda kek cewek-cewek pada umumnya yang kalau ditanya "mau makan apa, mau makan dimana" mesti jawab "terserah" yang dimana jawaban itu jawaban paling dibenci sama kebanyakan cowok. Berlianku, berbeda, kalau ditanya, mau makan apa, jawabnya; segalanya *canda*. Wahhh pantesan badannya gendut ya 😝 Makanan paling disuka; Bakso, Keju, Keripik (P*atos, L*o), Es Krim, Sosis. (fyi: dia itu pemakan segalanya) Dia juga suka naik Bianglala, tapi takut ketinggian, aneh memang. Itu ibarat gini; kamu cowo, naksir cewe, tapi kamu gay. Atau gini, kamu suka hujan (yang katanya 1% air, 99% kenangan mantan) tapi kamu pengidap Ombrophobia. Orangnya paling sok iya, ga mau ngalah, padahal salah. Kalau kamu butuh samsak tinju, hubungi ...

Tau kah kamu?

Aku selalu berharap bahwa itu kamu; Ketika dering Whatsapp berbunyi Ketika ku dengar dentang langkah kaki Dan bahkan, saat aku mendengarkan, suara motor yang jelas-jelas itu bukan kepunyaanmu, aku selalu berharap bahwa itu kamu, datang kepadaku lengkap berserta sepaket senyum dan tawamu itu yang sejatinya, biasa-biasa saja, namun entah kenapa, didalam setiap moment kita bersama, aku bersyukur pernah melihatnya, dan jika boleh, aku ingin menikmatinya lagi; hingga akhir hayat ini.

Aku ingin...

Aku ingin memelukmu Melepas dekap dalam peluh keringat pipimu Bentar bentar ini jaringan orang mau di matiin, ntar ku lanjut Aku ingin selalu berada didekatmu Seperti saat ini, selalu seperti ini Dalam dingin malam kita bersama Dalam hening malam kita berdua Denganmu, dinginpun tak ku tau Bersamamu, keramaianpun ku acuh.

Tentangmu

malam ini, aku disini, ditemani dingin yang menyayat nadi. bersama dengan orang-orang baru, tak ku tau otakku masih saja dipenuhi dengan segala hal tentangmu, maukah kau tau apa saja itu? perlukah ku jabarkan untukmu? senyummu menghiasi rongga-rongga pikiranku, tatap matamu mengisi setiap sel inti darahku, bahkan konyolnya lagi, aku merindukan hal-hal yang orang lain tak peduli; dengkuran kerasmu, sayu tatap matamu, gaya berjalanmu, indah riuk gelegar tawamu. Aku, rindu.