Skip to main content

Kepo Kau

Siapapun kau, darimanapun asalmu, aku tau, kau pasti meng-klik url yang ada di bio ig wanitaku, biar apa? supaya apa? pengen tau sesuatu? allright, i will tell u something.
Berlian itu, paling sueneng buanget kalau di ajak makan, serius, berbeda kek cewek-cewek pada umumnya yang kalau ditanya "mau makan apa, mau makan dimana" mesti jawab "terserah" yang dimana jawaban itu jawaban paling dibenci sama kebanyakan cowok. Berlianku, berbeda, kalau ditanya, mau makan apa, jawabnya; segalanya *canda*. Wahhh pantesan badannya gendut ya 😝
Makanan paling disuka; Bakso, Keju, Keripik (P*atos, L*o), Es Krim, Sosis.
(fyi: dia itu pemakan segalanya)

Dia juga suka naik Bianglala, tapi takut ketinggian, aneh memang. Itu ibarat gini; kamu cowo, naksir cewe, tapi kamu gay.
Atau gini, kamu suka hujan (yang katanya 1% air, 99% kenangan mantan) tapi kamu pengidap Ombrophobia.

Orangnya paling sok iya, ga mau ngalah, padahal salah. Kalau kamu butuh samsak tinju, hubungi aku, Berlianku, cocok dijadikan bahan pukulan. 😂

Tapi, ada satu hal yang sampai sekarang berhasil membuatku kagum padanya, dia kuat, jasmani dan rohani.
Pernah suatu ketika, aku mendaki gunung bersamanya, *bersambung

Untukmu masa lalu Beruangku, terima kasih dan maaf keknya segala mimpi dan cita-cita yang pernah kau rajut bersamanya, harus diwujudkan bersamaku.

Comments

Popular posts from this blog

Invers(?)

Diibaratkan, diwakilkan, disepertikan, hubungan kita ini seperti invers. Aku egois,  engkau altruis  Walau aku selalu marah,  engkau selalu ramah.  Aku hilang tanpa kabar,  kau tetap menunggu dengan sabar.  Diluar segala kuasa semesta,  terima kasih kau tetap ada  bersamaku disini lagi melewati  semuanya bersama-sama  tanpa keluh kesah juga amarah kau tetap yang terindah dari segala hal yang ada.

Aku ingin...

Aku ingin memelukmu Melepas dekap dalam peluh keringat pipimu Bentar bentar ini jaringan orang mau di matiin, ntar ku lanjut Aku ingin selalu berada didekatmu Seperti saat ini, selalu seperti ini Dalam dingin malam kita bersama Dalam hening malam kita berdua Denganmu, dinginpun tak ku tau Bersamamu, keramaianpun ku acuh.

Tau kah kamu?

Aku selalu berharap bahwa itu kamu; Ketika dering Whatsapp berbunyi Ketika ku dengar dentang langkah kaki Dan bahkan, saat aku mendengarkan, suara motor yang jelas-jelas itu bukan kepunyaanmu, aku selalu berharap bahwa itu kamu, datang kepadaku lengkap berserta sepaket senyum dan tawamu itu yang sejatinya, biasa-biasa saja, namun entah kenapa, didalam setiap moment kita bersama, aku bersyukur pernah melihatnya, dan jika boleh, aku ingin menikmatinya lagi; hingga akhir hayat ini.